Minggu, 15 Januari 2017



UJIAN PRAKTEK IPA FISIKA
LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
“ ALAT PERAGA PERISKOP SEDERHANA “











DI SUSUN OLEH :
1.      DEVIA RESTI MAULIDA                                 ( IX.H  / 11)
2.      DYAH PUTRI LESTARI                                    ( IX.H / 14 )
3.      HAJAR SAFFANA ZUHROH                           ( IX.H / 21 )



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji bagi Allah atas segala berkat,rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas hasil laporan Praktikum fisika ini, dengan baik dan lancar untuk menjalankan ujian praktek IPA fisika.
Dalam penyusunannya, kami berterimakasih kepada Guru fisika kami yang telah memberikan dukungan, dan memberikan contoh alat peraga yang akan dibuat dan terutama terima kasih kepada kelompok kami yang telah kompak untuk membuat laporan serta alat periskop sederhana .Semoga Allah memberikan kita kelancaran dan kemudahan-Nya. Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, semoga hasil laporan praktikum kelompok ini bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb












DAFTAR ISI

Kata Pengantar  .............................................................. ii
Daftar Isi  ....................................................................... iii
BAB    I  .............................................................. I
Latar Belakang ............................................................ ( a )
Tujuan  .........................................................................  ( b )
BAB    II  ............................................................ II
Pembahasan  .................................................................
Pengertian Periskop ........................................................ ( a )
Landasan Teori ............................................................... ( b )
Cara kerja Periskop ........................................................  ( c )
Hasil Pengamatan ........................................................... ( d )
BAB    III  ............................................................. III
Penutup.............................................................................
Simpulan ........................................................................... ( a )
Saran ................................................................................. ( b )
Daftar Pustaka.................................................................  IV













BAB I

                                                   Pembukaan

A.   Latar Belakang

Periskop merupakan alat yang digunakan untuk mengamati benda yang tidak dalam pandangan garis pengamat. Periskop biasanya digunakan pada kapal selam. Pengamat yang berada di kapal selam dapat melihat keadaan di permukaan laut,biasanya digunakan oleh Angkatan laut. Periskop juga dapat digunakan untuk memperhatikan orang-orang dalam keramaian, biasa ditemukan pada kendaraan tempur lapis baja untuk mengamati keadaan perang.

Dalam percobaan kali ini kami akan mencoba untuk membuat periskop sederhana. Diharapkan setelah percobaan ini kami dapat mengerti dan memahami cara pembuatan periskop sederhana dan cara kerjanya. Selain itu juaga kita dapat memahami penerapan sifat-sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam penggunaan periskop.

B.   Tujuan

Ada pun tujuan laporan Praktikum yang akan dilaksanakan yaitu :
1.     Memberi pengertian periskop dan landasan teori.
2.     Menunjukkan cara pembuatan alat periskop sederhana.
3.     Menunjukkan cara kerja alat periskop sederhana.
4.     Menunjukkan sifat-sifat cahaya yang ada pada alat periskop.


















BAB II

Pembahasan

A.   Pengertian Periskop

Periskop merupakan alat optik untuk mengamati dari posisi tersembunyi.Morgan Robertson (30 September 1861- 24 Maret 1915) adalah pengarang cerita pendek dan novel terkenal Amerika Serikat, kemungkinan ia juga penemu periskop. Periskop biasanya digunakan pada kapal selam atau kendaraan lapis baja untuk melihat apa saja yang ada di atas permukaan laut atau diluar kendaraan lapis baja.

Periskop generasi baru ini dikenal dengan nama Photonic Mast. Photonic mast tidak menggunakan prisma dan lensa seperti diperiskop biasa. Komponen-komponennya merupakan komponen elektronik canggih yang berfungsi sebagai unit sensor elektro-optik yang bisa menyediakan tampilan visual, sarana navigasi kapal, serta berbagai fungsi komunikasi lainnya. Sensor multifungsi ini terletak pada bagian yang dapat berotasi (rotating head). Kelebihan lain desain baru ini adalah ukurannya yang sangat kecil. Periscope well yang menjadi ”markas” tidak lagi menjulur dari dasar sampai sail, justru periscope well desain baru ini hanya terletak di bagian sail saja sehingga ruang kendali dapat diposisikan di bagian yang lebih luas dan tidak sempit. Faktor keselamatan pun dapat ditingkatkan karena canggihnya teknologi yang melingkupi kapal selam masa depan ini. Prinsip kerja periskop, Periskop di kiri menggunakan cermin, sedangkan periskop kanan menggunakan prisma adalah posisi pengamat.

Tugas utama periskop adalah untuk mengintip keadaan di permukaan laut saat kapal selam masih menyelam di bawah air. Sebuah periskop yang paling sederhana memiliki dua cermin, yang satu terletak di ujung atas (berfungsi sebagai mata pengintipnya), yang lainnya terletak di dasar periskop. Cahaya yang terkumpul di cermin atas kemudian diarahkan menuju cermin di dasar periskop sehingga nahkoda kapal dapat melihat bayangan benda yang ada di depan periskop di atas permukaan laut. Seiring perkembangan teknologi, periskop kapal selam pun mengalami banyak penyempurnaan, panjang periskop biasanya bisa mencapai 18 meter.

B.     Landasan Teori

Periskop adalah sebuah teropong yang digunakan untuk kapal selam. Namun, periskop tak hanya digunakan di kapal selam namun juga berfungsi untuk melihat benda yang berada diatas ataupun dibawah kedudukan kita. Periskop adalah sebuah teropong yang digunakan untuk kapal selam. Namun, periskop tak hanya digunakan di kapal selam namun juga berfungsi untuk melihat benda yang berada diatas ataupun dibawah kedudukan kita. Sebuah periskop membuat kita dapat melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lebih tinggi atau terhalang oleh objek yang lebih tinggi.

Landasan Teori Mengutip dari wikipedia Indonesia periskop merupakan alat optik untuk mengamati suatu objek dari posisi tersembunyi. Penemu periskop sendiri adalah Morgan Robertson seorang warga Amerika Serikat. Periskop sederhana dapat dibuat dengan menggunakan kertas karton berbentuk tabung yang diberikan cermin paralel yang saling berhadapan dengan sudut 45° pada setiap sisinya. Dalam prinsip kerjanya periskop sederhana memanfaatkan sifat-sifat dari cahaya.

C.     Cara Pembuatan Periskop

a.       Alat dan bahan :
1.      Pipa paralon
2.      Pvc “L”
3.      Cermin bundar ( 2x )
4.      Lem pipa paralon
5.      Gergaji
6.      Penggaris
7.      Spidol

b.      Cara kerja :
  1. Carilah satu atau dua buah pipa PVC. Carilah pipa yang panjangnya antara 12 inci sampai 20 inci, tetapi ingat semakin panjang pipa tersebut, akan semakin kecil gambar yang dipantulkan.
  2. Pasang sambungan pipa berbentuk “L” pada tiap ujungnya. Pasang sambungan tersebut pada setiap ujung pipa agar membentuk periskop. Pastikan ujung yang terbuka menghadap ke arah yang berlawan untuk melihat gambaran yang terhalang sesuatu.
  3. Carilah cermin yang muat ke dalam pipa. Cermin ini harus cukup kecil untuk dapat dimasukkan ke dalam ujung-ujung pipa. Akan lebih mudah menggunakan cermin bundar yang bisa Anda dapatkan di toko kerajinan tangan atau toko online.
  4. Masukan cermin tersebut dengan posisi kemiringan 45 derajat. Gunakan double tip untuk merekatkan cermin tersebut kedalam sambungan pipa tersebut.
  5. Lihatlah ke dalam sambungan tersebut, ke cermin yang baru saja Anda masukkan. Atur posisi cermin sampai Anda dapat melihat bagian ujung sambungan pipa yang satunya, Atau lepaskan sambungan pipa tersebut dan atur posisi cermin sampai Anda dapat melihat pantulan gambaran lurus ke atas.
  6. Masukan cermin kedua pada ujung sambungan pipa satunya. Atur posisi cermin agar mencapai kemiringan 45 derajat, agar cahaya dapat dipantulkan dari cermin pertama ke cermin kedua menuju ke bagian ujung pipa.
  7. Mengatur posisi cermin pada periskop. Atur posisi cermin sampai anda dapat melihat gambaran jelas melalui periskop. Setelah Anda dapat melihat dengan jelas, perkuat rekatan cermin pada pipa Anda menggunakan lem pipa, lem plastik atau beberapa lapisan double tip.
D.   Pembahasan cara kerja
Prinsip kerja alat ini memanfaatkan sifat permukaan cermin yang memantulkan sedikit intensitas cahaya yang jatuh tegak lurus. Pada periskop sederhana, kunci kerja dari periskop berada pada kedua cermin yang ada di dalam tubuh alat optik ini.
1.      Secara umum, periskop ini bekerja dengan menangkap cahaya yang dipantulkan benda atau objek oleh cermin pertama yang ada dibagian atas periskop.
2.       Kemudian bayangan yang ditangkap  dari cermin pertama ini diteruskan pada cermin kedua yang berada dibawah periskop sekaligus berfungsi sebagai media untuk memantulkan bayangan objek atau benda ke mata.
Periskop sederhana biasanya terdiri atas sepasang cermin yang disusun secara berlawanan dengan sudut 45 derajat. Cahaya yang terkumpul di cermin atas kemudian diarahkan menuju di dasar periskop, sehingga nahkoda kapal dapat melihat bayangan benda yang ada didepan periskop di atas permukaan laut.
E.    Hasil Pengamatan
Berdasarkan hasil pengamatan dari pembuatan periskop sederhana,  Objek yang terletak pada posisi tersembunyi dapat terlihat dengan jelas saat dilihat menggunakan periskop. Dalam prinsip kerjanya periskop sederhana memanfaatkan sifat-sifat dari cahaya. Adapun sifat dari cahaya sebagai berikut :
1.      Cahaya Merambat Lurus
2.      Cahaya Dapat Dibiaskan
Pembiasan adalah pembelokan arah rambat cahaya, saat melewati dua medium yang berbeda kerapatannya. Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya merambat dari udara ke air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi Garis normal. Misalnya cahaya merambat dari air ke udara.
3.      Cahaya dapat diuraikan
4.      Cahaya menembus benda bening
5.      Cahaya dapat dipantulkan
Pemantulan (refleksi) atau pencerminan adalah proses terpancarnya kembali cahaya dari permukaan benda yang terkena cahaya. Pemantulan cahaya ada 2 yaitu :
a.       Pemantulan Difuse ( pemantulan cahaya baur) yaitu : pemantulan cahaya kesegala arah.
b.      Pemantulan cahaya teratur : yaitu pemantulan cahaya yang mempunyai arah teratur
Cermin adalah benda yang memantulkan hampir seluruh cahaya yang datang padanya. Cermin datar adalah cermin yang permukaan pantulnya datar. Sifat-sifat bayangan yang di bentuk oleh cermin datar adalah :

ü  Ukuran (besar dan tinggi) bayangan sama dengan ukuran benda.
ü  Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin.
ü  Kenampakan bayangan berlawanan dengan benda. Misalnya tangan kirimu akan menjadi tangan kanan bayanganmu.
ü  Bayangan tegak seperti bendanya.
ü  Bayangan bersifat semu atau maya. Artinya, bayangan dapat dilihat dalam cermin, tetapi tidak dapat ditangkap oleh laya




BAB III

Penutup


A.   Simpulan
Setelah melakukan diskusi dan pengamatan tentang periskop sederhana yang kami buat, maka kami dapat menyimpulkan bahwa:
a.       Periskop sederhana dapat digunakan untuk mengamati dari posisi tersembunyi, membantu melihat-lihat melewati dinding, sudut, atau hambatan lain yang menghalangi pandangan.
b.      Cahaya memang dapat menembus benda bening, contohnya kaca, yang digunakan didalam periskop, sehingga periskop dapat digunakan sesuai dengan kegunaannya.
c.       Cahaya dapat dipantulkan. Seperti dalam periskop, cahaya dipantulkan dari cermin atas ke cermin bawah, sehingga orang yang didalam periskop dapat melihat sekelilingnya.
d.      Cara kerja periskop sangat sederhana, yaitu: diawali dengan masuknya cahaya pada kotak di bagian depan dan diterima oleh cermin bagian atas. Cermin tersebut kemudian mengirimkan cahaya yang diterima ke cermin yang disimpan di bagian bawah. Selanjutnya, cermin dibawah ini mengirimkan cahaya menuju mata kita, sehingga kita dapat melihat disekeliling kita di dalam karton atau periskop sederhana.

B.   Saran
Pada saat  melaksanakan kegiatan praktikum sangat menyenangkan dan bangga karena kami bisa langsung mempraktikkan bagaimana membuat periskop sederhana. Adapun saran dari kelompok kami yaitu sebagai berikut:
·         Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan memuaskan lakukanlah percobaan dengan teliti.
·         Untuk mencapai praktikum yang lebih baik, waktu harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
·         Jika masih ada yang kurang dalam laporan kami, mohon diberi petunjuk agar pada praktikum selanjutnya bisa lebih baik.

Daftar Pustaka


ml.scribd.com/doc/.../BBM-8-Cahaya-Dan-Alat-Optik-KD-Fisika

id.slideshare.net/ikasaputri/cara-membuat-periskop-sederhana