UJIAN
PRAKTEK IPA FISIKA
LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
“ ALAT PERAGA PERISKOP SEDERHANA “
DI SUSUN OLEH :
1. DEVIA RESTI MAULIDA (
IX.H / 11)
2. DYAH PUTRI LESTARI (
IX.H / 14 )
3. HAJAR SAFFANA ZUHROH (
IX.H / 21 )
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur nikmat yang
Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji bagi Allah
atas segala berkat,rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira
besarnya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas hasil laporan Praktikum fisika ini, dengan baik
dan lancar untuk menjalankan ujian praktek IPA fisika.
Dalam penyusunannya, kami berterimakasih kepada Guru
fisika kami yang telah memberikan dukungan, dan memberikan contoh alat peraga
yang akan dibuat dan terutama terima kasih kepada kelompok kami yang telah
kompak untuk membuat laporan serta alat periskop sederhana .Semoga Allah
memberikan kita kelancaran dan kemudahan-Nya. Akhir kata kami mengucapkan
terimakasih, semoga hasil laporan praktikum kelompok ini bermanfaat.
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
.............................................................. ii
Daftar Isi
.......................................................................
iii
BAB I
.............................................................. I
Latar Belakang ............................................................
( a )
Tujuan ......................................................................... ( b )
BAB II
............................................................ II
Pembahasan
.................................................................
Pengertian Periskop ........................................................
( a )
Landasan Teori ...............................................................
( b )
Cara kerja Periskop
........................................................ ( c )
Hasil Pengamatan ...........................................................
( d )
BAB III
............................................................. III
Penutup.............................................................................
Simpulan
........................................................................... ( a
)
Saran
.................................................................................
( b )
Daftar Pustaka.................................................................
IV
BAB I
Pembukaan
A. Latar Belakang
Periskop
merupakan alat yang digunakan untuk mengamati benda yang tidak dalam pandangan
garis pengamat. Periskop biasanya digunakan pada kapal selam. Pengamat yang berada
di kapal selam dapat melihat keadaan di permukaan laut,biasanya digunakan oleh
Angkatan laut. Periskop juga dapat digunakan untuk memperhatikan orang-orang
dalam keramaian, biasa ditemukan pada kendaraan tempur lapis baja untuk
mengamati keadaan perang.
Dalam percobaan
kali ini kami akan mencoba untuk membuat periskop sederhana. Diharapkan setelah
percobaan ini kami dapat mengerti dan memahami cara pembuatan periskop
sederhana dan cara kerjanya. Selain itu juaga kita dapat memahami penerapan
sifat-sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam penggunaan
periskop.
B.
Tujuan
Ada
pun tujuan laporan Praktikum yang akan dilaksanakan yaitu :
1. Memberi pengertian periskop dan landasan teori.
2. Menunjukkan cara pembuatan alat periskop sederhana.
3. Menunjukkan cara kerja alat periskop sederhana.
4. Menunjukkan sifat-sifat cahaya yang ada pada alat
periskop.
BAB II
Pembahasan
A. Pengertian
Periskop
Periskop merupakan alat optik untuk
mengamati dari posisi tersembunyi.Morgan Robertson (30 September 1861- 24 Maret
1915) adalah pengarang cerita pendek dan novel terkenal Amerika Serikat,
kemungkinan ia juga penemu periskop. Periskop biasanya digunakan pada kapal
selam atau kendaraan lapis baja untuk melihat apa saja yang ada di atas
permukaan laut atau diluar kendaraan lapis baja.
Periskop generasi baru ini dikenal
dengan nama Photonic Mast. Photonic mast tidak menggunakan prisma dan lensa
seperti diperiskop biasa. Komponen-komponennya merupakan komponen elektronik
canggih yang berfungsi sebagai unit sensor elektro-optik yang bisa menyediakan
tampilan visual, sarana navigasi kapal, serta berbagai fungsi komunikasi
lainnya. Sensor multifungsi ini terletak pada bagian yang dapat berotasi
(rotating head). Kelebihan lain desain baru ini adalah ukurannya yang sangat
kecil. Periscope well yang menjadi ”markas” tidak lagi menjulur dari dasar
sampai sail, justru periscope well desain baru ini hanya terletak di bagian
sail saja sehingga ruang kendali dapat diposisikan di bagian yang lebih luas
dan tidak sempit. Faktor keselamatan pun dapat ditingkatkan karena canggihnya
teknologi yang melingkupi kapal selam masa depan ini. Prinsip kerja periskop,
Periskop di kiri menggunakan cermin, sedangkan periskop kanan menggunakan
prisma adalah posisi pengamat.
Tugas utama periskop adalah untuk
mengintip keadaan di permukaan laut saat kapal selam masih menyelam di bawah
air. Sebuah periskop yang paling sederhana memiliki dua cermin, yang satu
terletak di ujung atas (berfungsi sebagai mata pengintipnya), yang lainnya
terletak di dasar periskop. Cahaya yang terkumpul di cermin atas kemudian
diarahkan menuju cermin di dasar periskop sehingga nahkoda kapal dapat melihat
bayangan benda yang ada di depan periskop di atas permukaan laut. Seiring perkembangan
teknologi, periskop kapal selam pun mengalami banyak penyempurnaan, panjang
periskop biasanya bisa mencapai 18 meter.
B. Landasan
Teori
Periskop
adalah sebuah teropong yang digunakan untuk kapal selam. Namun, periskop
tak hanya digunakan di kapal selam namun juga berfungsi untuk melihat benda yang berada diatas ataupun dibawah kedudukan kita. Periskop
adalah sebuah teropong yang digunakan untuk kapal selam. Namun, periskop
tak hanya digunakan di kapal selam namun juga berfungsi untuk melihat
benda yang berada diatas ataupun dibawah kedudukan kita.
Sebuah periskop membuat kita dapat melihat sesuatu dengan sudut pandang yang
lebih tinggi atau terhalang oleh objek yang lebih tinggi.
Landasan Teori Mengutip dari
wikipedia Indonesia periskop merupakan alat optik untuk mengamati suatu objek
dari posisi tersembunyi. Penemu periskop sendiri adalah Morgan Robertson seorang
warga Amerika Serikat. Periskop sederhana dapat dibuat dengan menggunakan
kertas karton berbentuk tabung yang diberikan cermin paralel yang saling
berhadapan dengan sudut 45° pada setiap sisinya. Dalam prinsip kerjanya
periskop sederhana memanfaatkan sifat-sifat dari cahaya.
C. Cara
Pembuatan Periskop
a.
Alat dan bahan :
1.
Pipa paralon
2.
Pvc “L”
3.
Cermin bundar ( 2x )
4.
Lem pipa paralon
5.
Gergaji
6.
Penggaris
7. Spidol
b.
Cara kerja :
- Carilah satu atau dua buah pipa PVC. Carilah pipa yang panjangnya antara 12 inci sampai 20 inci, tetapi ingat semakin panjang pipa tersebut, akan semakin kecil gambar yang dipantulkan.
- Pasang sambungan pipa berbentuk “L” pada tiap ujungnya. Pasang sambungan tersebut pada setiap ujung pipa agar membentuk periskop. Pastikan ujung yang terbuka menghadap ke arah yang berlawan untuk melihat gambaran yang terhalang sesuatu.
- Carilah cermin yang muat ke dalam pipa. Cermin ini harus cukup kecil untuk dapat dimasukkan ke dalam ujung-ujung pipa. Akan lebih mudah menggunakan cermin bundar yang bisa Anda dapatkan di toko kerajinan tangan atau toko online.
- Masukan cermin tersebut dengan posisi kemiringan 45 derajat. Gunakan double tip untuk merekatkan cermin tersebut kedalam sambungan pipa tersebut.
- Lihatlah ke dalam sambungan tersebut, ke cermin yang baru saja Anda masukkan. Atur posisi cermin sampai Anda dapat melihat bagian ujung sambungan pipa yang satunya, Atau lepaskan sambungan pipa tersebut dan atur posisi cermin sampai Anda dapat melihat pantulan gambaran lurus ke atas.
- Masukan cermin kedua pada ujung sambungan pipa satunya. Atur posisi cermin agar mencapai kemiringan 45 derajat, agar cahaya dapat dipantulkan dari cermin pertama ke cermin kedua menuju ke bagian ujung pipa.
- Mengatur posisi cermin pada periskop. Atur posisi cermin sampai anda dapat melihat gambaran jelas melalui periskop. Setelah Anda dapat melihat dengan jelas, perkuat rekatan cermin pada pipa Anda menggunakan lem pipa, lem plastik atau beberapa lapisan double tip.
D.
Pembahasan cara kerja
Prinsip kerja alat ini memanfaatkan
sifat permukaan cermin yang memantulkan sedikit intensitas cahaya yang jatuh
tegak lurus. Pada periskop sederhana, kunci kerja dari periskop berada pada
kedua cermin yang ada di dalam tubuh alat optik ini.
1. Secara umum, periskop ini bekerja dengan
menangkap cahaya yang dipantulkan benda atau objek oleh cermin pertama yang ada
dibagian atas periskop.
2. Kemudian bayangan yang ditangkap dari cermin pertama ini diteruskan pada
cermin kedua yang berada dibawah periskop sekaligus berfungsi sebagai media
untuk memantulkan bayangan objek atau benda ke mata.
Periskop sederhana biasanya terdiri
atas sepasang cermin yang disusun secara berlawanan dengan sudut 45 derajat.
Cahaya yang terkumpul di cermin atas kemudian diarahkan menuju di dasar
periskop, sehingga nahkoda kapal dapat melihat bayangan benda yang ada didepan
periskop di atas permukaan laut.
E.
Hasil Pengamatan
Berdasarkan
hasil pengamatan dari pembuatan periskop sederhana, Objek yang
terletak pada posisi tersembunyi dapat terlihat dengan jelas saat dilihat menggunakan
periskop. Dalam
prinsip kerjanya periskop sederhana memanfaatkan sifat-sifat dari cahaya.
Adapun sifat dari cahaya sebagai berikut :
1.
Cahaya Merambat Lurus
2.
Cahaya Dapat Dibiaskan
Pembiasan
adalah pembelokan arah rambat cahaya, saat melewati dua medium yang berbeda
kerapatannya. Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang
lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya
merambat dari udara ke air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang
lebih rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi Garis
normal. Misalnya cahaya merambat dari air ke udara.
3.
Cahaya dapat diuraikan
4.
Cahaya menembus benda bening
5.
Cahaya dapat dipantulkan
Pemantulan (refleksi) atau pencerminan adalah proses
terpancarnya kembali cahaya dari permukaan benda yang terkena cahaya.
Pemantulan cahaya ada 2 yaitu :
a.
Pemantulan Difuse ( pemantulan cahaya baur) yaitu :
pemantulan cahaya kesegala arah.
b.
Pemantulan cahaya teratur : yaitu pemantulan cahaya
yang mempunyai arah teratur
Cermin
adalah benda yang memantulkan hampir seluruh cahaya yang datang padanya. Cermin
datar adalah cermin yang permukaan pantulnya datar. Sifat-sifat bayangan yang
di bentuk oleh cermin datar adalah :
ü Ukuran (besar dan tinggi) bayangan
sama dengan ukuran benda.
ü Jarak bayangan ke cermin sama dengan
jarak benda ke cermin.
ü Kenampakan bayangan berlawanan
dengan benda. Misalnya tangan kirimu akan menjadi tangan kanan bayanganmu.
ü Bayangan tegak seperti bendanya.
ü Bayangan bersifat semu atau maya.
Artinya, bayangan dapat dilihat dalam cermin, tetapi tidak dapat ditangkap oleh
laya
BAB III
Penutup
A. Simpulan
Setelah melakukan diskusi dan pengamatan tentang
periskop sederhana yang kami buat, maka kami dapat menyimpulkan bahwa:
a. Periskop sederhana dapat digunakan
untuk mengamati dari posisi tersembunyi, membantu melihat-lihat melewati
dinding, sudut, atau hambatan lain yang menghalangi pandangan.
b. Cahaya memang dapat menembus benda
bening, contohnya kaca, yang digunakan didalam periskop, sehingga periskop
dapat digunakan sesuai dengan kegunaannya.
c. Cahaya dapat dipantulkan. Seperti
dalam periskop, cahaya dipantulkan dari cermin atas ke cermin bawah, sehingga
orang yang didalam periskop dapat melihat sekelilingnya.
d. Cara kerja periskop sangat
sederhana, yaitu: diawali dengan masuknya cahaya pada kotak di bagian depan dan
diterima oleh cermin bagian atas. Cermin tersebut kemudian mengirimkan cahaya
yang diterima ke cermin yang disimpan di bagian bawah. Selanjutnya, cermin
dibawah ini mengirimkan cahaya menuju mata kita, sehingga kita dapat melihat disekeliling
kita di dalam karton atau periskop sederhana.
B.
Saran
Pada saat melaksanakan kegiatan praktikum sangat
menyenangkan dan bangga karena kami bisa langsung mempraktikkan bagaimana
membuat periskop sederhana. Adapun saran dari kelompok kami yaitu sebagai berikut:
·
Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan memuaskan lakukanlah percobaan
dengan teliti.
·
Untuk mencapai praktikum yang lebih baik, waktu harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
·
Jika masih ada yang kurang dalam laporan kami, mohon diberi petunjuk agar
pada praktikum selanjutnya bisa lebih baik.
Daftar Pustaka
ml.scribd.com/doc/.../BBM-8-Cahaya-Dan-Alat-Optik-KD-Fisika
id.slideshare.net/ikasaputri/cara-membuat-periskop-sederhana